"Lagi ngerasa kerjaan udah bagus banget, tapi tiba-tiba atasan kasih feedback yang kadang nadanya nggak ngenakin di kuping."

Pertanyaannya, kalau udah kayak gitu terus kita bakal terima aja biar aman, atau tanggapin dengan bijak biar nggak disalahpahami?
1. Feedback Itu Bukan Serangan, Tapi Cermin
Pertama-tama, yuk ubah dulu cara pandang kita. Feedback (apalagi dari atasan) bukan bentuk serangan pribadi, tapi pasti sebagai bahan refleksi kita. Kadang, kita memang nggak sadar kalau ada hal-hal kecil yang bisa diperbaiki entah cara komunikasi, ketepatan waktu, atau hasil kerja yang belum sesuai ekspektasi.
2. Bedain antara Kritik dan Nada Bicara
Nggak semua atasan bisa menyampaikan masukan dengan cara yang halus atau seperti ekspektasi yang kita mau. Tapi penting untuk kita memisahkan isi pesan dari caranya disampaikan.
Contohnya:
“Laporan kamu berantakan banget, tolong dong perbaiki!” VS “Laporan kamu masih perlu dirapikan, biar datanya lebih jelas.”
Dua-duanya sama-sama minta perbaikan, tapi tone-nya beda banget, kan? Kalau kamu fokus ke nada bicaranya, kamu bisa langsung defensif. Tapi kalau kamu fokus ke pesan utamanya, kamu bisa belajar dan memperbaiki diri tanpa di baper.
3. Coba Tanggapi dengan Bijak
Bukan berarti kamu harus selalu diam atau nurut 100%. Menanggapi feedback secara bijak justru bsa menunjukkan profesionalisme dan kedewasaan kamu dalam bekerja.
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan, contohnya:
Dengan begitu, kamu bukan cuma terlihat sopan, tapi juga menunjukkan bahwa kamu punya growth mindset mau berkembang, bukan hanya sekadar patuh dan iya-iyaa aja.
4. Jadikan Feedback Sebagai Alat Tumbuh
Ternyata ngga semua feedback dari atasan itu benar lho. Tapi semua feedback dari atasan bisa jadi pelajaran buat kamu kedepan. Kadang kamu akan menemukan masukan yang kurang tepat atau nggak sesuai konteks. Nggak masalah tetap terima dengan terbuka, lalu ambil bagian yang relevan.
Karena di dunia kerja, kemampuan menerima dan mengelola feedback itu salah satu skill langka yang paling dihargai. Orang yang bisa bersikap terbuka akan tumbuh lebih cepat daripada orang yang selalu merasa benar.
Jadi, gimana? Harus terima aja atau tanggapin bijak?
Jawabannya ya dua-duanya.
Terima dulu dengan kepala dingin, lalu tanggapi dengan cara yang bijak. Karena pada akhirnya, feedback bukan soal siapa yang lebih benar, tapi soal bagaimana kamu memilih untuk tumbuh.
Back To List